Permintaan itu disampaikan Presiden SBY usai bertemu dengan jajaran Ditjen Pajak dan mengisi SPT di kantor Ditjen Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (8/3/2008).
"Ditjen Pajak telah melaporkan kepada saya dan saya menginstruksikan agar diselesaikan dengan baik, lebih cepat lebih baik, ini untuk kepentingan kita semua. Jadi tadi memang disamping usaha-usaha yang lagi booming seperti CPO dan batubara, juga Asian Agri yang dilaporkan cukup jelas paparannya tadi. Saya minta Menkeu dan Ditjen selesaikan sebaik-baiknya supaya transparan, fair dan akuntabel," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Dirjen Pajak Darmin Nasution mengatakan, penyelesaian pajak Asian Agri itu bukan hanya dilihat dari kekurangan nilainya. Tapi harus dilihat dari bukti dokumen-dokumennya.
"Tadi saya diingatkan oleh presiden untuk sektor-sektor yang sedang booming harus diperhatikan dengan baik," ujar Darmin.
Presiden SBY juga mendesak Dirjen Pajak untuk lebih tajam lagi dalam mengawasi pajak sektor-sektor yang sedang booming, seperti CPO, batubara, pulp.
Dengan pengawasan ketat, diharapkan pendapatan negara dari sektor tersebut bisa dikontribusikan lebih besar lagiuntuk negara untuk membantu negara yang sedang mengalami kesusahan.
"Untuk itu bagi saudara kita yang mengalami keuntungan lebih besar seperti sektor CPO dan batubara untuk membantu lebih banyak karena tujuan kita adalah mendapatkan pendapatan yang besar dan berkontribusi lebih besar lagi untuk membantu yang lemah," ujar Presiden. (qom/qom)










































