Lonjakan harga ini tak hanya menyesakkan bagi Indonesia, tapi juga negara pengimpor lainnya seperti Bangladesh, Filipina, dan India.
Sementara bagi Thailand dan Vietnam yang merupakan negara pengekspor beras terbesar, lonjakan harga beras tentu membawa angin segar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan harga beras di Vietnam naik 50 persen dari tahun lalu menjadi US$ 460 per ton.
"Ini memang isu global. Semua harga biji-bijian menanjak, dan ini menjadi masalah yang serius. Hal ini membebani banyak pihak, terutama kaum miskin," kata perwakilan Organisasi Makanan dan Pertanian PBB di Vietnam Andrew Speedy seperti dikutip AFP, Minggu (9/3/2008).
Kenaikan ini membuat pemerintah negara-negara pengimpor melakukan berbagai tindakan antisipasi.
Bagi Indonesia, yang produksi berasnya sudah ketinggalan dari populasinya, impor menjadi hal yang sudah mengikat. Bahkan menurut pengamat Mangara Tambunan, pemerintah harusnya menambah impor beras lagi.
"Pemerintah harus membuka keran impor lagi. Jangan hanya diam-diam," katanya. (lih/iy)










































