Indonesia Tertekan Lonjakan Harga Beras Impor

Indonesia Tertekan Lonjakan Harga Beras Impor

- detikFinance
Minggu, 09 Mar 2008 11:08 WIB
Jakarta - Harga beras di pasar luar negeri terus melonjak. Sebagai negara pengimpor, Indonesia pun mulai tertekan karena mau tak mau tetap harus menyediakan makanan pokok tersebut di tengah maraknya kelaparan dan gizi buruk yang melanda.

Lonjakan harga ini tak hanya menyesakkan bagi Indonesia, tapi juga negara pengimpor lainnya seperti Bangladesh, Filipina, dan India.

Sementara bagi Thailand dan Vietnam yang merupakan negara pengekspor beras terbesar, lonjakan harga beras tentu membawa angin segar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada akhir Februari 2008, harga patokan beras di Thailand diperdagangkan di atas US$ 500 per ton. Naik lebih dari US$ 100 dibanding sebulan sebelumnya. Sementara tahun lalu harga beras hanya US$ 325 per ton.

Sedangkan harga beras di Vietnam naik 50 persen dari tahun lalu menjadi US$ 460 per ton.

"Ini memang isu global. Semua harga biji-bijian menanjak, dan ini menjadi masalah yang serius. Hal ini membebani banyak pihak, terutama kaum miskin," kata perwakilan Organisasi Makanan dan Pertanian PBB di Vietnam Andrew Speedy seperti dikutip AFP, Minggu (9/3/2008).

Kenaikan ini membuat pemerintah negara-negara pengimpor melakukan berbagai tindakan antisipasi.

Bagi Indonesia, yang produksi berasnya sudah ketinggalan dari populasinya, impor menjadi hal yang sudah mengikat. Bahkan menurut pengamat Mangara Tambunan, pemerintah harusnya menambah impor beras lagi.

"Pemerintah harus membuka keran impor lagi. Jangan hanya diam-diam," katanya. (lih/iy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads