Modus penipuan itu terjadi ketika 3 perguruan tinggi itu menerima surat palsu dari Departemen Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa Bank Dunia akan menyediakan bantuan hibah pembangunan sekolah yang akan disalurkan melalui ADB.
Untuk bisa mendapatkan bantuan tersebut masing-masing perguruan tinggi tersebut diminta membayar uang administrasi sebesar 3%-5% dari total dana hibah kepada seseorang di ADB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ingin sampaikan bahwa ADB tidak memiliki program bantuan hibah semacam itu. Nama ADB telah disalahgunakan. Kami memberikan peringatan terhadap penipuan dengan menyalahgunakan nama Asian Development Bank, alamat website ataupun mengaku memiliki hubungan dengan ADB," demikian pernyataan resmi dari ADB seperti dikutip detikFinance, Senin (10/3/2008).
Sayang ADB enggan memberikan keterangan jelas mengenai 3 perguruan tinggi itu.
(ddn/ir)










































