Direktur Jawa-Bali Dibentuk Agar PLN Lebih Fokus

Direktur Jawa-Bali Dibentuk Agar PLN Lebih Fokus

- detikFinance
Senin, 10 Mar 2008 12:43 WIB
Jakarta - Dalam susunan direksi baru, ada posisi baru yakni Direktur Jawa-Bali dan Direktur Luar Jawa-Bali. Sempat dicurigai pembentukan 2 posisi baru itu dalam rangka memuluskan perbedaan tarif listrik per wilayah.

Namun Menneg BUMN Sofyan Djalil menepis anggapan itu. Perbedaan itu dibuat karena selama ini kewenangan PLN terlalu luas.

"Intinya PLN ini kan terlalu luas. Kalau semua direktur menangani dari Sabang sampai Merauke, maka akan sangat ini....Karena itu Jawa Bali dan luar Jawa Bali dibuat dalam rangka supaya lebih fokus. Jadi kalau misalnya Jawa ada masalah, kita cukup minta akuntabilitas Direktur Jawa-Bali," jelasnya.

Hal itu disampaikannya usai menjadi pembicara kunci dalam diskusi panel di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (10/3/2008).

Jajaran direksi baru PLN yang akan dilantik siang ini adalah: Dirut Fahmi Mochtar, Wakil Dirut Rudiantara, Direktur Keuangan Setio Anggoro Dewo, Direktur Pembangunan Strategis Agung Nugroho, Direktur Jawa Bali Murtaqi Syamsuddin, Direktur Luar Jawa Bali Haryadi, Direktur SDM Suprijadi, Direktur Perencanaan Bambang Praptono.

Ketua Serikat Pekerja PLN Ahmad Daryoko sebelumnya menyatakan penolakannya untuk pemisahan Direksi yang mengurus Jawa Bali dan luar Jawa Bali.

"Kami menolak organisasi yang cenderung memecah belah seperti itu. Kan tanggal 30 Januari lalu kita sudah demo menolak organisasi yang unbundling. Sistem organisasi jangan seperti itu, ada istilah Jawa dan Luar Jawa," tegas Ahmad.

Terkait Wakil Dirut yang kini diisi oleh Rudiantara, menurut Sofyan posisi itu diperlukan karena PLN terlalu besar organisasinya. Rudiantara kini adalah Wakil Dirut PT Semen Gresik Tbk.

"Semua BUMN yang besar-besar sekarang ini kita tempatkan 1 Wadirut supaya ada pembagian tugas yang lebih baik. Supaya restrukturisasi PLN berjalan dengna lebih baik. Anda tahu, PLN ini kan lifeline dari ekonomi Indonesia. Kalau kita tidak membangun listrik, maka bisa mengganggu pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Mengenai penunjukan Rudiantara yang notabene orang luar PLN, menurut Sofyan hal itu diperlukan untuk dinamika organisasi.

"Itu dalam rangka menciptakan dinamika yang dinamis dalam organisasi. Biasanya dengan pengalaman yang berbeda, itu bisa melihat masalah dengan lebih berbeda. Oleh karena itu kita mengajak beberapa orang dari luar," pungkasnya.

(qom/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads