Penegasan tersebut disampaikan Menneg BUMN Sofyan Djalil usai melantik jajaran direksi baru PLN di kantornya, Gedung Garuda, Jakarta, Senin (10/3/2008).
"Struktur direksi kan berubah karena merespons perubahan lingkungan. Tidak ada ide unbundling di dalam kebijakan perubahan struktur ini. Ini yang perlu ditegaskan, karena kan Serikat Pekerja menakutkan adanya unbundling. UU yang mewajibkan unbundling itu telah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi," jelasnya.
Menurut Sofyan, adanya Direksi Jawa-Bali dan Direksi Luar Jawa-Bali PLN merupakan wujud dari respons atas perubahan lingkungan di Indonesia.
"Kalau terpusat maka akan terjadi inefisiensi. Jadi dibentuknya direktur luar Jawa Bali sehingga lebih responsif terhadap perubahan lingkungan, dan nantinya ada yang lebih bertanggung jawab," jelasnya.
Jajaran direksi baru PLN yang dilantik siang ini adalah: Dirut Fahmi Mochtar, Wakil Dirut Rudiantara, Direktur Keuangan Setio Anggoro Dewo, Direktur Pembangunan Strategis Agung Nugroho, Direktur Jawa Bali Murtaqi Syamsuddin, Direktur Luar Jawa Bali Haryadi, Direktur SDM Suprijadi, Direktur Perencanaan Bambang Praptono.
Direksi PLN yang merupakan orang luar adalah Rudiantara (Wakil Dirut Semen Gresik), Setio Anggoro Dewo (Ketua Program Magister Akuntansi FEUI).
Sofyan menjelaskan, organisasi baru ini juga dibentuk dalam rangka menerapkan sistem regional. Sehingga daerah-daerah yang sebelumnya tak tersentuh listrik bisa mendapatkan lagi listrik.
"Seperti Kalimantan Timur. Kan dia punya segalanya, sumber daya alamnya, punya batubara segala macam. Kaya mereka. Tapi belum mampu diberikan listrik. Jadi sepertinya masih ada masalah institusional," imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sofyan juga mengucapkan terima kasih kepada eks direksi PLN yang telah diberhentikan dengan hormat.
(qom/ir)











































