Harga Minyak Menyambar US$ 107

Harga Minyak Menyambar US$ 107

- detikFinance
Selasa, 11 Mar 2008 07:20 WIB
New York - Harga minyak dunia kian tak terkendali. Rekor-rekor baru terus tercipta yang akan membuat repot banyak negara karena melonjaknya dana untuk pembelian minyak.

Pada penutupan perdagangan waktu AS (10/3/2008) harga minyak di New York jenis light sweet untuk pengantaran April, naik US$ 2,75 ke posisi tertingginya US$ 107,90 per barel. Rekor sebelumnya pada Kamis pekan lalu (6/3/2008) di US$ 105,47 per barel terpecahkan.

Begitu pula dengan di London, harga minyak jenis Brent North Sea untuk pengiriman April menyentuh level 104,42 per barel. Rekor harga minyak sebelumnya di London di posisi 102,61 per barel pada Kamis pekan lalu (6/3/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Spekulan memanfaatkan kondisi pasokan minyak di AS yang sangat ketat untuk menaikkan harga ke level tertingginya.

Presiden George W Bush dikabarkan akan mengutus wakil Presiden Dick Cheney untuk melakukan pertemuan secara pribadi dengan para tokoh minyak di Arab pada pekan depan. Cheney ditugasi untuk membujuk orang-orang penting di Arab Saudi agar mau menambah produksinya.

"Harga minyak akan terus mengalami rally yang akan menciptakan gelembung yang pada titik tertentu akan siap meledak," kata Phil Flynn, analis minyak di Alaron Trading seperti dilansir dari AFP, Selasa (11/3/2008).

"Sangat sulit untuk memprediksi harga minyak karena ini akan terus bergerak," katanya.

Harga minyak terus merayap sejak Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) memutuskan untuk tidak menambah produksinya. OPEC memasok 40% minyak dunia dan kini memproduksi 29,67 juta barel per hari.

Alasan OPEC tidak menaikkan produksi karena kenaikan harga minyak yang terjadi saat ini bukan masalah fundamental tapi lebih karena aksi spekulan.

(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads