Pemerintah akan Perbaiki Harga Gas Tangguh

Pemerintah akan Perbaiki Harga Gas Tangguh

- detikFinance
Selasa, 11 Mar 2008 12:31 WIB
Jakarta - Pemerintah akan meminta perbaikan harga gas Tangguh seiring kenaikan harga minyak akhir-akhir ini.

Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menyatakannya usai peluncuran sebuah majalah energi di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (11/3/2008).

"Kita minta (perbaikan harga), kalau harga minyak begini, kita akan buka (perbaikan harga) lagi," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga gas dari lapangan Tangguh, Papua disusun dengan berpatokan harga minyak. Sebelumnya batas atas patokan harga minyak US$ 25 per barel untuk gas Tangguh disepakati dinaikkan menjadi US$ 38 per barel.

Dengan batas atas ini, harga gas Tangguh terakhir menjadi US$ 6-7 per mmbtu untuk FoB (free on board).

Kali ini pemerintah Indonesia untuk kedua kalinya akan mengajukan kenaikan harga gas agar mengikuti pergerakan harga minyak dunia, dengan prinsip fairness.

"Kita mesti minta ke mereka. Kita ajukan prinsip fairness (keadilan)," katanya.

Dalam paparan BP Migas di DPR beberapa waktu lalu, diketahui opsi perbaikan harga gas Tangguh dimungkinkan setiap empat tahun. Tapi nampaknya pemerintah tak mau menunggu, dan akan segera meminta perbaikan harga tersebut.

"Keadaan begini (kenaikan harga minyak)," ujarnya sambil menghela nafas.

Ia menegaskan, yang tercantum dalam kontrak adalah opsi pengalihan. Hal ini juga dilakukan pemerintah dengan mengalihkan sebagian gas Tangguh untuk Sempra, AS ke pasar lain yang menawarkan harga lebih tinggi.

"Yang memungkinkan diversion, tapi sampai sekarang belum selesai," katanya. (lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads