Kenaikan BBM Lebih Baik Bertahap

Kenaikan BBM Lebih Baik Bertahap

- detikFinance
Selasa, 11 Mar 2008 16:34 WIB
Jakarta - Tingginya harga minyak mentah saat ini yang telah tembus US$ 107 per barel, membuat anggaran negara kian tertekan. Subsidi BBM mau tidak mau, menurut pengusaha Sofjan Wanandi memang harus dikurangi.

Sebagai gantinya pemerintah bisa saja menaikkan harga BBM. Syaratnya, kenaikan itu harus bertahap mulai dari angka yang paling kecil agar tidak memberatkan masyarakat dan industri.

Ia menilai dengan melakukan pencabutan subsidi BBM secara bertahap dampaknya tidak akan terasa. Berbeda apabila dilakukan setelah pemilu nanti, tentunya akan dilakukan lebih tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bertahap saja misalnya, Rp 100 atau Rp 500, sehingga dampaknya tidak terlalu terasa dari pada dinaikan langsung tinggi setelah pemilu nanti," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi kepada detikFinance, di kantornya gedung Great River, Selasa (11/3/2008).

"Pada dasarnya kita sebagai pengusaha hanya mengikuti, terhadap kenaikan BBM industri, saya juga berharap pemerintah bisa melakukannya secara bertahap terhadap BBM subsidi," tambahnya.

Dalam kondisi harga komoditas yang serba naik, pemerintah harus memfokuskan subsidi dibidang pangan.

"Seharusnya pemerintah mencabut subsidi BBM secara bertahap, karena kalau ditahan maka akan berdampak pada pembangunan sektor lain," katanya.

Menurut Sofjan yang mengutip beberapa analis, harga minyak akan terus berlanjut hingga US$ 150 per barel.

Menurutnya kalau subsidi BBM terus dilakukan maka akan terus berdampak pada keuangan negara. Mengingat selama ini, lanjut Sofjan, subsidi BBM lebih banyak dinikmati oleh orang-orang kelas atas.

"Pemerintah seharusnya memfokuskan subsidi terhadap pangan saja yang mencakup 9 bahan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat," tuturnya.

Namun dengan kondisi politik yang mendekati pemilu pada 2009, ia agak ragu kalau pemerintah akan melakukannya. (hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads