Sebagai gantinya pemerintah bisa saja menaikkan harga BBM. Syaratnya, kenaikan itu harus bertahap mulai dari angka yang paling kecil agar tidak memberatkan masyarakat dan industri.
Ia menilai dengan melakukan pencabutan subsidi BBM secara bertahap dampaknya tidak akan terasa. Berbeda apabila dilakukan setelah pemilu nanti, tentunya akan dilakukan lebih tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada dasarnya kita sebagai pengusaha hanya mengikuti, terhadap kenaikan BBM industri, saya juga berharap pemerintah bisa melakukannya secara bertahap terhadap BBM subsidi," tambahnya.
Dalam kondisi harga komoditas yang serba naik, pemerintah harus memfokuskan subsidi dibidang pangan.
"Seharusnya pemerintah mencabut subsidi BBM secara bertahap, karena kalau ditahan maka akan berdampak pada pembangunan sektor lain," katanya.
Menurut Sofjan yang mengutip beberapa analis, harga minyak akan terus berlanjut hingga US$ 150 per barel.
Menurutnya kalau subsidi BBM terus dilakukan maka akan terus berdampak pada keuangan negara. Mengingat selama ini, lanjut Sofjan, subsidi BBM lebih banyak dinikmati oleh orang-orang kelas atas.
"Pemerintah seharusnya memfokuskan subsidi terhadap pangan saja yang mencakup 9 bahan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat," tuturnya.
Namun dengan kondisi politik yang mendekati pemilu pada 2009, ia agak ragu kalau pemerintah akan melakukannya. (hen/ir)











































