Ini terlihat dari kesepakatan Iran Chamber of Kooperatif dan DEKOPIN. Penandatanngan dokumen kesepakatannya disaksikan langsung Presiden SBY dan Presiden Mahmaoud Ahmadinejad.
"Iran ingin rempah-rempah dari kita," kata Ketua Dekopin Adi Sasono, usai penandatanganan MoU di Kantor Presiden Iran, Teheran, Selasa (11/3/2008) seperti dilaporkan reporter detikcom Luhur Hertanto.
Kebutuhan penduduk Iran terhadap rempah-rempah sebagai bumbu masakan sangat tinggi. Selama ini permintaan tersebut dipenuhi oleh India dan Madagaskar.
"Di Indonesia kan banyak petani rempah-rempah," sambung Adi.
Untuk memenuhi permintaan Iran, selanjutnya pihak Dekopin memanggil koperasi-koperasi yang mampu. Agar peluang ekspor baru ini tidak terlepas begitu saja.
Iran juga menginginkan Indonesia penuhi kebutuhan buah pisang yang selama ini dipasok oleh Filipina. Selain itu juga kertas dan minyak nabati.
"Sebaliknya dari Iran ingin menjual produk kerajinan permadaninya ke Indonesia," imbuhnya.
(lh/qom)











































