"Mulai hari ini, penjualan minyak goreng murah bergulir dengan operasi pasar di beberapa propinsi dengan harga jual per kilogram Rp 2.500 lebih murah dari harga pasar," kata Deputi Menteri Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (12/3/2008).
Hal tersebut disampaikan Bayu usai rapat stabilisasi harga yang dipimpin Wapres Jusuf Kalla dan diikuti Menteri Perekonomian Boediono, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Perindustrian Fahmi Idris.
Bayu menjelaskan, OP ini akan digulirkan selama 6 bulan. Setiap keluarga akan mendapatkan 2 liter minyak dengan harga Rp 2.500 lebih murah. Pemerintah pun menyediakan dana Rp 500 miliar untuk operasi pasar ini. "Biaya itu berasal dari APBN-P," jelasnya.
Selain pemerintah, lanjut Bayu, operasi pasar ini juga sudah mulai dilakukan swasta. Bahkan, swasta sudah mengeluarkan 25 ribu liter minyak OP di Jakarta.
"Swasta sudah komitmen melalui program CSR (Corporate Social Responsibility), dengan target 400.000 liter," jelasnya.
Selain operasi pasar, pemerintah juga mulai melakukan pengawasan untuk mencegah penyelundupan minyak goreng ke luar negeri. "Saat ini sedang dalam proses penyelidikan, ada satu kasus yg ditangani Bea Cukai, sudah ada bukti," ujarnya.
(ary/ddn)











































