Kemenangan Aneka Kimia Raya (AKR) dibatalkan karena gagal memenuhi administrasi yang ditetapkan PLN.
Hal tersebut disampaikan Dirut PLN Fahmi Mochtar ketika ditemui di gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/3/2008).
"Dari evaluasi pelelangan itu, yang benar-benar bisa dinyatakan pemenang PT Shell. Kemarin kan ada AKR, nah dia memang harganya paling rendah, tapi setelah dievaluasi ternyata administrasinya enggak memenuhi, jadi dianggap gagal," katanya.
Meski tidak merinci administrasi yang gagal dipenuhi AKR, Fahmi mencontohkan administrasi dalam pelelalangan antara lain jaminan penawaran atau masa berlaku penawaran.
Volume BBM yang bisa dipenuhi pun berkurang. Dari 1 juta kiloliter yang ditender, PLN hanya mendapat pemasok untuk 50.000 kiloliter.
"Meskipun kita tendernya 1 juta KL, yang benar-benar bisa dinyatakan pemenang itu 850.000 kiloliter," katanya.
BBM sebanyak 850.000 kiloliter itu akan dipasok ke pembangkit listrik di Belawan sebesar 250.000 kiloliter dan di Grati sebesar 600.000 kiloliter.
Harga yang ditawarkan Shell untuk memasok BBM PLN sebesar MOPS+3,75%. "Itu sampai ke pembangkit PLN, jadi gak ada lagi tambahan biaya distribusi," katanya.
(lih/ddn)











































