Hal tersebut diungkapkan CEO Air Asia Berhad, Tony Fernandes kepada wartawan seusai meresmikan pembukaan rute penerbangan baru Yogyakarta-Kuala Lumpur, di Yogyakarta, Kamis (13/3/2008).
"Potensi pariwisata di Yogyakarta sangat bagus seperti Candi Prambanan dan Borobudur sehingga banyak pelancong Malaysia yang datang ke Yogya. Mahasiswa Malaysia yang kuliah di Kedokteran dan Farmasi UGM juga banyak," kata Tony.
Dia mengatakan dibukanya penerbangan Yogyakarta-Kuala Lumpur tidak hanya dimanfaatkan masyarakat Yogyakarta saja tapi juga warga Jawa Tengah. Sebab banyak pekerja asal Cilacap, Banyumas, Purworejo, Wonogiri dan Pacitan Jawa Timur yang bekerja di Malaysia.
"Ini potensi yang besar. Kami berharap kehadiran kami bisa dimanfaatkan tidak hanya Yogyakarta saja tapi juga warga daerah lainnya," kata Tony didampingi Presiden Air Asia Indonesia Captain Dharmadi.
Β
Dia menambahkan beberapa rute penerbangan yang dibuka Air Asia di beberapa daerah di Indonesia terus mengalami peningkatan. Rata-rata load factor yang telah dicapai Air Asia sekitar 75 persen hingga akhir Februari 2008. Hal ini lebih baik dibandingkan pesaing lainnya yang baru mencapai sekitar 35 persen.
Pesawat yang dipakai untuk penerbangan langsung Yogya-Kuala Lumpur dengan Airbus A320 kapasitas 180 tempat duduk. Rute ini merupakan rute ke 13 yang dibuka Air Asia selain ke daerah lain seperti Jakarta, Aceh, Medan, Bandung, Surabaya, Palembang, Riau, Batam, Padang dan Solo dll.
"Untuk rute ini, kami melayani 4 kali penerbangan tiap minggu yakni Senin, Rabu, Kamis dan Sabtu. Mulai hari ini juga sudah bisa melayani pemesanan secara online," ungkap Tony sambil mempromosi kenyamanan dan keramahan para awak pesawatnya.
(bgs/qom)











































