Penjualan Elektronik Februari Anjlok 10%

Penjualan Elektronik Februari Anjlok 10%

- detikFinance
Kamis, 13 Mar 2008 16:24 WIB
Jakarta - Penjualan elektronik bulan Februari 2008 diperkirakan akan anjlok 5% hingga 10%. Penyebabnya dipicu oleh hari kerja yang pendek dan banyak toko tutup rayakan Imlek.

Demikian disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Elektronik Marketer Club (EMC) Handojo Soetanto saat dihubungi detikFinance, Kamis (13/3/2008).

"Walaupun belum terkumpul semua datanya, saya perkirakan pada bulan Februari akan ada penurunan 5%, bahkan 10% dari value penjualan bulan Januari yang mencapai Rp 1,44 triliun," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan Handojo memastikan pada bulan Maret ini akan terjadi penurunan yang sama, walaupun tidak separah pada bulan Februari. "Yah, paling tidak sama kondisinya dengan bulan sebelumnya," pungkasnya.

Hal ini didasarkan pada pengamatannya selama awal bulan Maret yang belum menunjukan kondisi yang membaik. Namun ia yakin pada bulan April dan Mei kondisi penjualan elektronik akan mulai membaik kembali.

"Kami optimistis penjualan TV akan bagus pada bulan Mei karena ada piala dunia, bahkan untuk AC akan kembali naik pada April karena cuaca sudah mulai panas," katanya.
Β 
Selain waktu kerja yang pendek, peristiwa gelombang laut yang tinggi juga memicu penurunan tersebut. Mengingat jalur distribusi barang elektronik untuk angkutan laut terhambat terutama untuk wilayah yang berada di luar Pulau Jawa.

Selain faktor-faktor tadi, kenaikan harga yang terjadi pada beberapa produk elektronik berbahan dasar plastik dan logam yang dipicu oleh harga minyak turut memperparah anjloknya elektronik bulan lalu. "AC dan kulkas sudah naik hingga 7%," katanya.

Tahun ini produsen elektronik memperkirakan pertumbuhan produk elektonik akan naik mencapai 20% yaitu mencapai Rp 18 triliun, dibandingkan pada tahun 2007 yang mencapai Rp 15 triliun.

"Dari kondisi sekarang ini kita belum merevisinya, tunggu hingga bulan Mei nanti," ujar Handojo. (hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads