Investor Serbu Komoditas, Harga Emas Tembus US$ 1.000

Investor Serbu Komoditas, Harga Emas Tembus US$ 1.000

- detikFinance
Jumat, 14 Mar 2008 11:08 WIB
Paris - Dolar AS terpuruk hingga level terendahnya lagi. Investor pun menyerbu pasar komoditas, sehingga membuat harganya melambung.

Komoditas yang diserbu antara lain minyak mentah dan juga emas. Hal itu membuat harga minyak di New York untuk jenis light pada perdagangan Kamis (13/3/2008) melonjak menembus US$ 111 per dolar AS, sebelum ditutup pada rekor tertinggi di US$110,33 per barel.

Sementara harga emas juga melambung menembus level simbolis US$ 1.000 per ounce, yakni tepatnya di US$ 1.000,45 per ounce. Sejak awal tahun, emas tercatat telah melonjak hingga 17%.

Lonjakan harga komoditas terjadi setelah dolar AS merosot hingga level terendahnya terutama atas euro dan yen. Pada perdagangan kemarin, euro menguat tajam hingga 1,5625 dolar, sebelum akhirnya ditutup pada level 1,5598 dolar. Posisi itu berarti menguat dibandingkan penutupan sebelumnya di level 1,5540 dolar.

Dolar AS bahkan untuk pertama kalinya terpuruk hingga di bawah level 100 yen untuk pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir tepatnya di 99,78 yen. Dolar AS kemudian ditutup pada level 100,59 yen, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 101,79 yen.

"Untuk dolar AS, investor menjadi semakin waspada karena campuran data negatif yang tidak membuat nyaman, juga naiknya ekspektasi inflasi serta kemungkinan semakin lama dan parahnya periode resesi AS," ujar Gavin Frien, analis dari Commerzbank seperti dikutip dari AFP, Jumat (14/3/2008).

Ditengah ambruknya dolar, Menkeu AS Henry Paulwon kembali menyatakan bahwa pemerintah mendukung kebijakan dolar yang kuat. Ia memperkirakan dolar AS akan kembali menguat.

Dengan pelemahan dolar itu, maka harga-harga komoditas yang berdenominasi dolar AS menjadi semakin murah. Mereka umumnya menyerbu emas dan logam berharga lain yang dianggap sebagai surga investasi yang lebih aman ditengah kejatuhan pasar finansial akhir-akhir ini.

"Masih berlanjutnya tekanan dari kenaikan harga minyak dan kekhawatiran tentang perekonomian AS serta likuiditas kredit membawa pada sentimen yang positif bagi harga emas,"ujar James Moore, analis dari TheBullionDesk.com.

Herga logam berharga juga terus melambung seiring meningkatnya permintaan terutama dari negara-negara Asia yang kini sedang mencatat pertumbuhan luar biasa seperti China dan India.

"Harga emas terus mendapatkan dukungan seiring ekspektasi berlanjutnya penurunan suku bunga oleh the Fed dan kecemasan soal inflasi yang terus mendorong investor mencari tempat investasi yang lebih aman," ujar analis, Barclays Capital.

(qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads