Menurut Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta jika harga minyak terus bertahan di level US$110 per barel maka subsidi BBM bisa meningkat menjadi Rp 300 triliun.
Karena itu pemerintah akan memperbesar pemotongan anggaran Kementerian/Lembaga (K/L) yang sifatnya non prioritas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut disampaikan Paskah usai rapat koordinasi dengan Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan di Kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (14/3/2008).
Sementara untuk pembiayaan defisit, Paskah mengatakan pemerintah memang memperkirakan pembiayaan akan membengkak. Namun defisit tetap tidak boleh dari maksimal angka 2,2 persen PDB.
"Namun defisit harus dipertahankan, tadi saya barusan usulkan tidak lebih 2 persen, karena sekarang kalau di exercise sekitar 2,2 persen. Pokoknya defisitnya kalau bisa 2 persen, subsidi itu yang terlalu, kalau harganya US$ 110 per barel ini kita yang harus hati-hati," ujarnya.
Paskah pun memberikan peringatan kalau harga minyak sekarang ini sudah di atas dari asumsi di APBN-P sebesar US$ 85 per barel.
"Kita harus lihat harga minyak yang berkembang ke depannya. Pokoknya saya hanya memberi warning dengan harga minyak sekarang US$ 110 sementara asumsi di APBN US$ 85 per barel," imbuhnya.
Untuk itulah pemerintah saat ini tengah melakukan exercise dengan berbagai skenario dalam rangka menghadapi laju kenaikan harga minyak dunia yang saat ini bahkan sudah melewati level US$ 110 per barel.
"DPR meminta lifting dinaikkan menjadi 960.000 barel per hari sementara pemerintah hanya 910.000 barel per hari, jadi kita haris membahas kembali secara menyeluruh sehingga APBN P tidak hanya perubahan sesaat saja, tapi harus sustainable sepanjang 2008 dan nanti juga harus disambung dengan APBN 2009," tuturnya
Selain itu, Paskah mengatakan pemerintah juga tengah memperhatikan besaran subsidi yang harus ditanggung dengan harga minyak yang terus melonjak.
"Subsidi itu menyangkut kesejahteraan rakyat yang merupakan prioritas, artinya akan terjadi lagi kenaikan subsidi dari angka yang sekarang. Jadi ini semua kita exercise dengan sangat sulit dengan adanya kenaikan harga minyak bumi," katanya.
(dnl/ddn)











































