"Target pertanian tumbuh 4,5% tidak mungkin tercapai, karena untuk mencapai target tersebut membutuhkan ekstensifikasi total, sedangkan infrastrukturnya belum siap," ujar Staf Ahli Revitalisasi Pertanian Bappenas, Dedi Masykur.
Ia menjelaskan hal itu disela-sela acara Media Gathering di Mason Pine Hotel & Resort, Kota Baru Parahiyangan, Bandung, Jumat (14/3/2008).
Dedi menjelaskan, hambatan utama ekstensifikasi pertanian adalah perebutan lahan, baik antara sektor pertanian itu sendiri maupun dengan sektor lainnya.
"Terutama dengan properti. Perluasan lahan pertanian banyak berbenturan dengan perluasan lahan untuk bangunan. Lagipula, pemilik tanah juga lebih tertarik menjual tanahnya untuk sektor properti ketimbang pertanian, karena harganya lebih mahal di properti," ulas Dedi.
Oleh karena itu, Dedi menyatakan, perluasan lahan untuk pertanian harus dikembangkan di luar Jawa.
"Itu masalah juga, karena infrastruktur pertanian seperti irigasi, SDM, dan sebagainya itu belum siap di luar Jawa. Jadi ekspansi pertanian ke luar Jawa harus satu paket. Itu tidak gampang dan tidak bisa serta merta tersedia, membutuhkan waktu. Oleh karena itu, saya kira target pertumbuhan pertanian sebesar 4,5% mustahil tercapai," tutur Dedi. (dro/qom)











































