"Masuknya korporasi di sektor pertanian bisa jadi jalan tengah untuk pengadaan pertanian saat ini, karena mereka (investor korporasi) diharapkan bisa menyediakan pengadaan pertanian di luar Jawa," ujar Staf Ahli Revitalisasi Pertanian Bappenas, Dedi Masykur.
Demikian disampaikan disela-sela acara Media Gathering di Mason Pine Hotel & Resort, Kota Baru Parahiyangan, Bandung, Jumat (14/3/2008).
"Kenyataannya, saat ini pengembangan sektor pertanian harus dilempar ke luar Jawa, sementara pemerintah belum bisa membangun infrastruktur disana. Kita harapkan corporate farming ini bisa mengorganisir sektor pertanian di luar Jawa," ujar Dedi.
Dedi menjelaskan, keterbatasan lahan di Jawa membutuhkan solusi yaitu mulai melakukan ekspansi pertanian di luar Jawa. Namun disatu sisi, daerah luar Jawa belum memiliki infrastruktur pertanian yang mencukupi.
"Jadi kita perlu membangun infrastrukturnya terlebih dahulu, seperti jalur irigasi, SDM dan sebagainya. Namun disisi lain, proses tersebut membutuhkan banyak hal, seperti pendanaan, pengorganisiran masyarakat pertanian, dan sebagainya," ulas Dedi.
Untuk melakukan langkah-langkah tersebut, Dedi melanjutkan, pemerintah membutuhkan partisipasi berbagai pihak.
"Dengan corporate farming ini, kita harapkan mereka dapat sejalan dengan kita. Namun, kita juga harus menyiapkan regulasinya dulu, agar tidak ada yang dirugikan, baik itu petani maupun investornya," papar Dedi.
(dro/qom)











































