Pinjaman Program Naik US$ 500 Juta

Pinjaman Program Naik US$ 500 Juta

- detikFinance
Jumat, 14 Mar 2008 17:35 WIB
Jakarta - Pemerintah mengajukan kenaikan pinjaman program dari luar negeri sebesar US$ 500 juta, sebagai langkah antisipasi peningkatan defisit APBN menjadi 2%.

"Pinjaman program dari luar negeri akan dinaikkan dari rencana sebelumnya sebesar US$ 2,1 miliar menjadi US$ 2,6 miliar di 2008. Namun masih menunggu kesepakatan dengan lembaga pemberi pinjaman. Kemungkinan kesepakatannya antara Juli hingga September mendatang," ujar Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Bappenas, Lukita Dinarsyah Tuo.

Demikian disampaikan disela-sela acara Media Gathering di Mason Pine Hotel & Resort, Kota Baru Parahiyangan, Bandung, Jumat (14/3/2008).

Langkah tersebut dilakukan dalam rangka mengantisipasi perkiraan naiknya defisit APBN dari 1,7% ke posisi 2%, terkait naiknya asumsi harga minyak dari US$ 60/barrel ke posisi US$ 85/barrel.

"Dengan asumsi harga minyak US$ 85/barrel, anggaran subsidi di APBN-P naik dari sebelumnya Rp 97 triliun menjadi Rp 208 triliun," ujar Lukita.

Untuk membiayai kenaikan anggaran subsidi sebesar Rp 111 triliun tersebut, pemerintah menyiapkan beberapa langkah.

"Pertama, menaikkan pinjaman program sebesar US$ 500 juta. Kedua, menaikkan penerbitan surat utang negara sebesar Rp 25 triliun. Ketiga menaikkan pajak di beberapa sektor. Dan keempat melakukan penghematan anggaran kementerian lembaga hingga 15%," papar Lukita. (dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads