Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Penelitian Pengembangan Perdagangan, Departemen Perdagangan Erwidodo, di sela-sela acara konfrensi pers, di Gedung Depdag, Jalan Ridwan Rais, Jumat (14/3/2008).
"Hitungan kami kalau GDP itu turun dari 6,8% menjadi 6,4% maka target ekspor non migas itu menjadi 13,5% dari sebelumnya 14,5%," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penurunan yang tidak terlalu signifikan itu disebabkan karena komoditi sawit dan turunannya masih sangat kuat dipasar karena harganya tinggi.
Menurutnya pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh kontribusi ekspor, konsumsi dan lain-lain. Erwidodo memastikan penurunan ekspor produk sawit dan turunannya itu lebih pada volume sedangkan secara nilai ekspor akan tetap sama karena harga CPO akan diprediksi masih akan tinggi.
"Kalau CPO nya mungkin turun tapi kalau produk turunannya kemungkinan akan naik," katanya.
"Untuk ekspor CPO ditargetkan pada tahun 2008 mencapai US$ 7,6 miliar, pertumbuhannya hanya 22,4% yaitu lebih rendah dibanding tahun lalu 28,41 % yang nilainya mencapai US$ 6,2 miliar, ini kalau target non-migas 14,5%, target ini kalau ibu menteri ini target optimis," tambahnya.
(hen/ddn)










































