Saat ini pemerintah kaji 3 exercise asumsi harga minyak, sebagai langkah antisipasi harga minyak stabil di kisaran US$ 100-110 per barel. Ketiga opsi itu untuk harga minyak US$ 85, US$ 100 dan US$ 110 per barel.
"Kita kan tidak bisa mengajukan APBN-P dua kali dalam satu tahun. Jadi asumsi harga minyak yang tepat harus segera diputuskan paling lambat akhir bulan ini," ujar Menneg PPN, Paskah Suzetta, usai jumpa pers di Mason Pine Hotel & Resort, Kota Baru Parahiyangan, Bandung, Jumat malam (14/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melihat harga minyak yang saat ini cenderung terus naik, kita tidak terpaku di asumsi US$ 85 per barel. Kita sedang exercise 3 asumsi harga minyak, yaitu di posisi US$ 85 per barel, US$ 100 per barel dan US$ 110 per barel," ujar Paskah.
Langkah ini dilakukan karena naiknya harga minyak yang hari ini sudah menyentuh angka US$ 111 per barel, memiliki kecenderungan untuk stabil di posisi US$ 100-110 per barel.
"Jadi kita harus menyiapkan skema jika harga minyak stabil di kisaran itu," tegas Paskah.
Namun, pemerintah belum dapat memperkirakan besaran dan pengadaan anggaran subsidi, dan defisit APBN-P 2008 jika harga minyak stabil di kisaran US$ 100-110 per barel.
"Dengan asumsi US$ 85 per barel, kita sudah memangkas anggaran kementerian lembaga sampai 15%. Saat ini kita masih mempertimbangkan pengadaan anggaran jika minyak stabil di atas US$ 100 per barel," jelas Paskah.
(dro/ir)











































