Afsel Tak Bisa Manfaatkan Momen Kenaikan Harga Emas

Afsel Tak Bisa Manfaatkan Momen Kenaikan Harga Emas

- detikFinance
Minggu, 16 Mar 2008 11:50 WIB
Johannesburg - Sebagai produsen emas terbesar kedua setelah China, Afrika Selatan tidak bisa memanfaatkan kenaikan harga emas yang sudah menembus US$ 1.000 per ounce.

Produksi emas di negara yang memproduksi 30 persen emas di dunia itu menjadi terhambat karena adanya krisis energi listrik.

"Harga yang lebih tinggi seharusnya membantu perekonomian kami, namun kami tidak bisa memanfaatkan kenaikan tersebut karena krisis energi," ujar Mike Schussler, economist dari perusahaan investasi Afsel, T-Sec, seperti dikutip AFP, Minggu (16/3/2008).

PLN Afsel yakni Eskom mengalami masalah dengan umur jaringan listriknya yang sudah tua, akibatnya perusahaan listrik itu tidak bisa memenuhi permintaan listrik yang terus meningkat di Afsel. Bahkan perusahaan itu terpaksa memotong jatah listrik untuk industri pertambangan selama 5 hari pada bulan Januari.

Tersedianya pasokan listrik yang memadai diperlukan untuk menyediakan kondisi yang lebih baik bagi industri pertambangan. Bila listrik cukup, maka bisa menyediakan sistem udara dan perairan yang memadai bagi setiap pekerja tambang.

"Ketika tambang beroperasi dengan 90 persen cadangan listrik itu sudah menyulitkan,"ujar Chief Economist Asosiasi Pertambangan Roger Baxter.

Sementara itu perusahaan Gold Fields memperkirakan krisis energi akan memotong hingga seperlima dari total produksi dan dalam jangka panjang harus melakukan PHK terhadap 7.000 karyawan.

"Sudah jelas kenaikan harga emas akan menguntungkan bagi produsen emas, tapi jika kami tidak menerima listrik dalam jumlah yang cukup, kami harus menutup beberapa tambang. Jika listrik sudah pulih maka bisa membantu kami untuk tidak memecat karyawan," ujar juru bicara Gold Fields Andrew Davidson.
(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads