Hal tersebut ditegaskan Bush di depan Forum Economic Club of New York seperti dikutip AFP, Minggu (16/3/2008), meski dolar AS mengalami pelemahan dan harga minyak menggila, ekonomi AS masih bagus.
"Dalam pasar bebas, kadang mengalami saat yang buruk dan bagus. Begitulah pasar bekerja, ada naik ada turunnya," ujarnya.
"Ekonomi kami jelas sedang berada dalam masa yang berat di pasar perumahan dan mengalami masa yang berat di pasar keuangan," ujarnya.
Menurut Bush, ekonomi AS sejak dirinya menjadi Presiden bukan kali ini saja mengalami tekanan, namun setelah mendapat tantangan itu, ekonomi AS pulih kembali dan bahkan lebih kuat dari sebelumnya.
"Di masa yang akan datang, saya yakin bahwa ekonomi kami akan tetap tumbuh karena fondasi ekonomi kami yang solid," ujar Bush yakin.
Sementara itu seperti dikutip BBC, Gubernur Bank Sentral AS,Β Ben Bernanke, mengatakan bank sentral akan membantu para pemilik rumah yang terkena krisis kredit rumah.
The Fed sudah memotong suku bunga secara tajam untuk mengatasi krisis kredit yang sudah menghantam ini. The Fed juga dalam pertemuan minggu depan diprediksi akan kembali memotong suku bunganya.
(ddn/ddn)











































