Minyak Tanah Subsidi Lenyap dari Jakarta dan Depok per Mei

Minyak Tanah Subsidi Lenyap dari Jakarta dan Depok per Mei

- detikFinance
Senin, 17 Mar 2008 07:40 WIB
Jakarta - Program konversi minyak tanah di wilayah DKI Jakarta dan Depok ditargetkan selesai akhir April 2008. Jadi pada bulan Mei, semua minyak tanah subsidi akan ditarik dari kedua wilayah ini.

Demikian disampaikan GM BBM Retail Region III Pertamina Wahyudin ketika dihubungi detikFinance, Senin (17/3/2008).

"Jadi, setelah akhir April nggak ada lagi minyak tanah subsidi," katanya.

Kebutuhan minyak tanah di Jakarta sendiri mencapai sekitar 3.000 KL (kilo liter) per hari dalam keadaan normal. Rencananya, pada akhir Maret, Pertamina hanya akan menyisakan 200 KL minyak tanah bersubsidi per harinya.

"Selanjutnya, akan kita cabut semua," ujar Wahyudin lagi.

Namun ia menegaskan, semua itu barulah rencana Pertamina. Pelaksanaannya tentu tergantung kondisi di lapangan.

Karena penarikan minyak tanah baru akan dilakukan jika pembagian tabung gas, kompor gas, dan aksesorisnya selesai di suatu wilayah.

Setelah minyak tanah subsidi ditarik, Pertamina tetap akan menyediakan minyak tanah tapi non subsidi.

Nantinya, pangkalan-pangkalan yang selama ini menjual minyak tanah subsidi akan digunakan untuk menjual minyak tanah non subsidi. Harganya sekitar Rp 8.700-9.000 per liter.

Penjualan minyak tanah non subsidi Pertamina juga dilakukan di SPBU-SPBU Pertamina.

(lih/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads