Demikian disampaikan GM BBM Retail Region III Pertamina Wahyudin ketika dihubungi detikFinance, Senin (17/3/2008).
"Jadi, setelah akhir April nggak ada lagi minyak tanah subsidi," katanya.
Kebutuhan minyak tanah di Jakarta sendiri mencapai sekitar 3.000 KL (kilo liter) per hari dalam keadaan normal. Rencananya, pada akhir Maret, Pertamina hanya akan menyisakan 200 KL minyak tanah bersubsidi per harinya.
"Selanjutnya, akan kita cabut semua," ujar Wahyudin lagi.
Namun ia menegaskan, semua itu barulah rencana Pertamina. Pelaksanaannya tentu tergantung kondisi di lapangan.
Karena penarikan minyak tanah baru akan dilakukan jika pembagian tabung gas, kompor gas, dan aksesorisnya selesai di suatu wilayah.
Setelah minyak tanah subsidi ditarik, Pertamina tetap akan menyediakan minyak tanah tapi non subsidi.
Nantinya, pangkalan-pangkalan yang selama ini menjual minyak tanah subsidi akan digunakan untuk menjual minyak tanah non subsidi. Harganya sekitar Rp 8.700-9.000 per liter.
Penjualan minyak tanah non subsidi Pertamina juga dilakukan di SPBU-SPBU Pertamina.
(lih/ir)










































