PGN Siapkan Jaringan Pipa Gas Duri- Dumai- Medan

PGN Siapkan Jaringan Pipa Gas Duri- Dumai- Medan

- detikFinance
Senin, 17 Mar 2008 09:44 WIB
Jakarta - Pemerintah menugaskan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk membangun jaringan pipa transmisi gas dengan jalur Duri- Dumai- Medan sepanjang 664 km dengan kapasitas 250-300 MMScfd. Jaringan pipa itu diharapkan bisa memenuhi kebutuhan gas di Sumatera Bagian Utara.

Proyek pipanisasi itu akan mulai dikerjakan pada tahun 2009 dan diharapkan selesai pada 2011. Rencananya pasokan gas akan didatangkan dari sumur gas di wilayah Sumatera Selatan seperti milik ConocoPhillips dll.

Selain itu, PGN juga akan membangun fasilitas Receiving Terminal LNG yang akan berfungsi sebagai tempat penyimpanan untuk kemudian disalurkan melalui jaringan pipa setelah dilakukan regasifikasi.

"Sebagai tahap awal, akan dibangun LNG Receiving Terminal di Jawa Bagian Barat yang akan dilaksanakan melalui konsorsium PGN, PLN dan Pertamina. PGN ditunjuk sebagai leader baik dalam hal transaksi pembelian gas dengan produsen LNG maupun dalam pembangunan LNG Receiving Terminal-nya," ujar Direktur Utama PGN, Sutikno dalam siaran persnya, Senin (17/3/2008)

LNG Receiving Terminal yang akan dibangun berkapasitas sebesar 3 juta ton LNG per tahun (3 MTPA) atau setara dengan 400 juta kaki kubik per hari (400 MMScfd) dengan pasokan berasal dari Total (Bontang) dan BP (Tangguh).  

Proyek LNG Receiving Terminal ini direncanakan akan dapat diselesaikan paling cepat pada akhir tahun 2011. Sedangkan untuk LNG Receiving Terminal di Jawa Timur akan dibangun kemudian setelah mempertimbangkan ketersediaan supply gas dan prioritas penggunaan. .

Proyek-proyek yang diberikan PGN tersebut merupakan hasil dari rapat koordinasi yang dipimpin Wapres Jusuf Kalla pada 6 Maret lalu. Keputusan itu dibuat dalam rangka memenuhi kebutuhan gas di dalam negeri, khususnya di sektor pembangkit dan industri di wilayah Jawa Bagian Barat, Jawa Bagian Timur dan Sumatera Bagian Utara.

Karenanya, perlu dibangun infrastruktur baik berupa jaringan pipa yang menghubungkan sumber gas ke pemakai maupun fasilitas non jaringan pipa.

Menurut Direktur Utama PGN, Sutikno, kesenjangan kebutuhan gas dengan suplai yang tersedia di 3 wilayah tersebut sangatlah besar, yaitu untuk kebutuhan sektor industri di Jawa Barat saat ini mencapai 1.112 MMScfd. Sedangkan suplai gas yang tersedia sebesar 731 MMScfd.

Di Jawa Timur kebutuhan gas saat ini mencapai 400 MMScfd dan baru tersedia 170 MMScfd, sedangkan di Sumatera Utara kebutuhannya sebesar 169 MMScfd dan baru tersedia sebesar 15 MMScfd.

Untuk itu menurut Sutikno, pembangunan infrastruktur gas seperti tersebut diatas sangat dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan sektor riil.

"PGN sebagai BUMN di bidang distribusi gas bumi, telah siap melaksanakan program yang ditetapkan oleh Pemerintah tersebut. Untuk pembangunan jaringan pipa transmisi Duri- Dumai- Medan, PGN telah melakukan kegiatan persiapan selama 2 tahun terakhir baik yang terkait dengan rencana pembebasan lahan, studi AMDAL, studi-studi engineering dan kegiatan persiapan lainnya," jelas Sutikno.

Sedangkan untuk LNG rumah tangga diharapkan akan secepatnya terealisir karena pelaksanaannya dilakukan secara konsorsium dengan BUMN yang sudah berpengalaman di bidang energi, yaitu Pertamina dan PLN.

"Saat ini PGN sedang menyusun strategi kerjasama maupun action plan untuk tahapan-tahapan proyek serta menginventarisir kegiatan-kegiatan persiapan yang telah dilakukan baik oleh PGN maupun oleh PLN," imbuh Sutikno.

(qom/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads