Di bursa komoditas Hong Kong, Senin (17/3/2008) harga emas dibuka langsung melesat ke level US$ 1.002-1.003 per ounce. Posisi tersebut menguat tajam dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level US$ 995-995,5 per ounce.
Harga emas tertinggi dicapai di London Bullion Market pada Jumat akhir pekan lalu di level US$ 1.007,40 per ounce.
Sementara minyak mentah pada perdagangan awal pekan ini di Singapura, dibuka langsung melesat. Kontrak utama New York untuk minyak jenis light pengiriman April dibuka pada rekor tertinggi di US$ 111,42 per barel.
Lonjakan harga-harga komoditas ini terjadi setelah euro mencapai puncak di level 1,58 dolar. Sementara dolar AS juga terpuruk hingga di level psikologis 100 yen, atau tepatnya di 96,57 yen. Level tersebut merupakan yang terendah sejak September 1995.
"Kami dapat terus berekspektasi harga minyak dan komoditas lain seperti emas akan menguat dalam jangka pendek," ujar Victor Shum, analis dari Purvin and Gertz seperti dikutip dari AFP.
Dolar AS terus terpuruk setelah adanya pemotongan suku bunga diskonto oleh Bank Sentral AS yang diumumkan Minggu kemarin. Keputusan itu semakin membuat pasar gugup setelah bank raksasa AS, Bear Stearns yang kini diambang kolaps.
Bank Sentral AS akhir pekan lalu mengumumkan pemotongan tingkat suku bunga diskonto sebesar 25 basis poin untuk sejumlah institusi finansialnya menjadi 3,25%. (qom/ir)











































