"Ada Rp 3 miliar totalnya. Artinya ada hal yang harus diselesaikan oleh mereka. Itu utang dagang biasa. Airline lain juga pasti ada," ujar Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II Tommy Soetomo kepada detikcom, Senin (17/3/2008).
Tommy mengatakan, setiap maskapai mempunyai perputaran normal yakni pembayaran terhadap pemandu landing atau pemandu terbang dan biaya parkir pesawat.
"Habis transaksi kan ada faktur administrasi. Itu memang lazim. Ini soal penggunaan airport saja. Kita ingin tahu masalah internal mereka," katanya.
Karena itu, lanjut Tommy, pihaknya akan bertemu dengan AdamAir untuk membicarakan mengenal hal tersebut. PT Angkasa Pura II memberikan deadline minggu ini utang tersebut harus dibayar.
"Tentu kita akan selesaikan minggu ini. Kita kan bicarakan dengan manajemen AdamAir solusinya. Kalau masih belum dibayar, ya kita tagih terus," tandasnya.
(ziz/qom)











































