"Investasi sebesar itu hanya untuk penambahan alat saja. Karena SPBU-nya kan kita sudah punya," kata Deputi Direktur Pemasarang dan Niaga Pertamina Hanung Budya disela-sela peluncuran Vigas di SPBG Jl Pramuka, Jakarta, Senin (17/3/2008).
Ia menjelaskan, konsumsi premium di Jakarta saat ini sekitar 1,8 juta KL. Jadi sekitar 180 ribu KL premium akan dialihkan ke Vigas.
Penggunaan Vigas di kalangan masyarakat memang belum begitu dikenal. Meski harga jualnya kompetitif, sekitar Rp 3.600-4.500/ liter, namun dibutuhkan dana sekitar Rp 12 juta untuk membeli conserter kit yang harus dipasang di kendaraan.
Gubenur DKI Jakarta Fauzi Bowo menjelaskan, pihaknya berharap pemerintah pusat bisa membebaskan pajak untuk converter kit ini. Sehingga alat tersebut bisa makin terjangkau oleh masyarakat dan makin banyak yang menggunakannya.
"Kalau bisa membebaskan pajak untuk converter kita, pasti akan jadi insentif yang menarik untuk pengguna jasanya," katanya.
Vigas baginya merupakan salah satu solusi alternatif untuk memecahkan masalah polusi di Jakarta.
Bayangkan, di Jakarta terdapat 5,7 juta unit kendaraan yang terdiri dari 2,5 juta roda empat dan 3,2 juta roda dua. Ditambah lagi sekitar 700 ribu kendaraan masuk ke Jakarta setiap harinya dari wilayah sekitarnya .
"Dan dalam 3 tahun terakhir, ternyata tumbuh konstan sebesar 9,5%. Buat yang jual mobil dan BBM mungkin menarik, tapi harusnya warga prihatin. Karena menghasilkan CO2," katanya. (lih/ir)










































