Kepala BPH Migas Tubagus Haryono dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII, Senin (17/3/2008) akhirnya mengusulkan penghematan volume BBM subsidi dengan tingkat keberhasilan hanya 75%.
Jika perkiraan awal konsumsi BBM subsidi tahun ini sekitar 41,5 juta KL, maka dengan keberhasilan penghematan subsidi sebesar 75%, konsumsi BBM subsidi ditekan hingga 37,005 juta KL.
"Tidak mungkin bagi kami mengusulkan penghematan BBM subsidi dengan keberhasilan 100%. Maka dengan ini kami usulkan penghematan dengan keberhasilan sebesar 75%," katanya.
Hal ini menurutnya karena untuk mencapai tingkat keberhasilan penghematan 100% harus sudah dilakukan sejak awal tahun. Sementara program kartu kendali baru akan dimulai April, dan smart card masih ditinjau lagi.
Selain itu, dari data BPH Migas juga terlihat bahwa realisasi konsumsi BBM subsidi pada Januari-Februari 2008 sudah melebihi periode yang sama tahun sebelumnya.
Terutama untuk jenis premium. Pada Januari 2007, konsumsi premium sebesar 1,445 juta KL dan turun di Februari 2007 menjadi 1,251 juta. Jadi totalnya 2,696 juta KL.
Sementara pada Januari 2008 konsumsi Premium sudah mencapai 1,562 juta KL, dan pada Februari 2008 menjadi 1,438. Totalnya menjadi 3 juta KL. Naik sekitar 304 ribu KL dari periode yang sama 2007. (lih/ir)











































