Pria yang baru dilantik 10 Maret lalu ini banyak dihujani masukan dan kritikan dari banyak anggota DPR.
"Sudahlah disinsentif dan insentif segala, jangan hanya rakyat yang disuruh berhemat, PLN juga dong," kata Burmaras anggota Komisi VII dari Fraksi Demokrat dalam acara RDP di Komisi VII DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (17/3/2008).
Burmaras juga memberikan masukan agar PLN melakukan perbaikan dalam sistem pencatatan meteran listrik yang lebih baik dari yang ada sekarang.
Sementara itu Alvin Lie anggota DPR dari Fraksi PAN mempertanyakan masalah di balik rencana kebijakan tarif disinsentif dan insentif listrik PLN.
"Apakah ini murni kebijakan korporat PLN atau pemerintah, kalau PLN seharusnya tidak bertentangan dengan Keppres, apakah sudah dipikirkan dengan aturan hukumnya, kalau memang pemerintah yang mengajukan sebaiknya keluarkan lah keppres jangan berlindung dibalik PLN," tanya Alvin.
Intinya banyak anggota DPR banyak memberikan masukan dan kritikan kepada Dirut PLN agar rakyat jangan menjadi sengsara atau korban karena manajemen PLN yang tidak bisa melakukan penghematan sendiri.
Rekan Alvin Lie, yaitu Tjatur Sapto Edy dari Fraksi PAN mengusulkan kepada PLN agar ada program sejenis program lampu hemat energi (LHE) yaitu penggunaan kompor listrik.
"Dari subsidi minyak tanah, bagaimana dialihkan ke kompor listrik. berdasarkan penelitian seperti di Norwegia pemakaian kompor listrik siang hari lebih murah dari pada pakai minyak tanah.Tolong hal ini dikaji kembali kepada direksi PLN yang baru," serunya.
Menanggapi banyaknya kritikan itu Dirut PLN Fahmi Mochtar hanya menganguk-angguk saja dan sedikit tersenyum.
(hen/ddn)











































