Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar kepada detikFinance, disela-sela acara rapat dengar pendapat dengan komisi VII DPR RI di Senayan, Senin (17/3/2008).
"Kompor listrik di Norwegia, orang tidak menggunakan kompor gas karena gasnya di ekspor. Mereka menggunakan air, gas untuk pembangkit, gasnya lebih banyak di ekspor tetapi air yang banyak digunakan, karena airnya lebih murah dari gas," katanya.
Fahmi mengatakan, bahwa karakteristik penggunaan bahan baku pembangkit listrik di Indonesia masih campur-campur seperti gas, batubara, air dan lain-lain sehingga hal ini justru tidak efektif.
"Di Indonesia itu sulit menggunakannya itu terutama mix yaitu ada batu bara, air, jadi sulit," tambah Fahmi.
Selain itu menurut Fahmi, efisiensi penggunaan kompor listrik sangat tergantung dengan waktu pemakaiannya, dan ini, lanjut Fahmi sangat tergantung dengan prilaku mayarakat pemakai kompor listrik.
"Sedangkan penggunaan kompor listrik di Indonesia tidak pada waktu tertentu, ini masalah waktu dan prilaku masyarakat," katanya. (hen/qom)











































