Harga Tanah Melonjak, Pembebasan Lahan Blok Cepu Deadlock

Harga Tanah Melonjak, Pembebasan Lahan Blok Cepu Deadlock

- detikFinance
Selasa, 18 Mar 2008 08:31 WIB
Jakarta - Pembebasan lahan Cepu mengalami deadlock. Lonjakan harga lahan yang mencapai 100 kali lipat menjadi penghambat. Wapres pun harus turun tangan.
 
Hal ini diakui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro dalam wawancara khususnya dengan detikFinance di Departemen ESDM, Jakarta, Senin (17/3/2008).
 
"Minggu kemarin kita rapat. Dilaporkan oleh tim infrastruktur bahwa terjadi deadlock, walaupun kita sudah punya izin lokasi," katanya.
 
Ia menjelaskan, harga lahan yang sebelumnya hanya Rp 2.500 sampai Rp 5.000 per meter kini terbang bebas bahkan hingga mencapai Rp 150-500 ribu per meter.
 
Masalahnya lagi, pemilik lahan-lahan itu sekarang bukanlah penduduk asli setempat, melainkan cukong-cukong.
 
"Tengkulak-tengkulak ini membuat kita susah," keluhnya.
 
Padahal, sudah ditemukan cadangan minyak sebesar 20 ribu bph yang siap produksi. Tapi ternyata, untuk membebaskan lahan di sekitarnya bukan hal yang mudah.
 
Untuk produksi awal dibutuhkan area sekitar 240 hektar, ditambah tempat membangun fasilitas besar dan tempat penampungan, menjadi sekitar 300 hektar.
 
Pembebasan lahan ini sebelumnya dikomando oleh Mobil Cepu Ltd. Meski sudah dibantu Pertamina Cepu dan Sekda, masalah belum juga usai.
 
Akhirnya Wapres pun turun tangan. Ia meminta langsung Wakapolri, Gubernur, dan Kapolda untuk membantu masalah ini agar cepat selesai.
 
Para cukong-cukong tanah itu akan ditindak keras jika terus menghambat.
 
"Pemerintah akan bersikap keras. Dalam beberapa hari, tunggu saja. Kita akan law enforcement. Jadi memang tidak mudah menaikkan produksi," katanya. (lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads