Pada perdagangan Selasa (18/3/2008) di Singapura, kontrak utama New York untuk minyak jenis light pengiriman April merosot hingga 6 dolar ke level US$ 106,10 per barel. Kontrak ini mencapai puncak harga di US$ 111,80 per barel pada Senin kemarin.
Pada perdagangan di New York Merchantile Exchange kemarin, kontrak ini ditutup anjlok hingga level US$ 105,68 per barel.
Namun untuk minyak jenis Brent masih naik 33 sen menjadi US$ 102,08 per barel.
"Kecemasan soal tekanan di sistem finansial internasional dan risiko yang berhubungan dengan resesi AS menjadi sentimen negatif bagi investor," ujar David Moorre, analis komoditas dari Commonwealth Bank of Australia.
Β
Harga minyak mentah dunia sebelumnya sempat melambung menyusul anjloknya dolar AS, setelah Bank Sentral AS (the Fed) mengumumkan penurunan suku bunga diskonto secara darurat sebesar 25 basis poin menjadi 3,25%.
(qom/ir)











































