Demikian disampaikan Dirut Pupuk Kaltim Hidayat Nyakman disela seminar petrokimia di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (28/3/2008).
Kenaikan ini didorong kenaikan harga bahan baku belakangan ini. "Karena harga bahan bakunya naik," katanya.
Beberapa bahan baku yang naik antara lain NPK, dari Rp 1.700 jadi sekitar Rp 6.000. Ada juga bahan baku yang harganya naik dari US$ 36 jadi US$ 250 per ton.
Pupuk merupakan salah satu industri yang terkait petrokimia. Namun kini industri petrokimia morat-marit karena harga berbagai bahan bakunya melejit.
Menurut Dirjen Industri Agro Kimia Depperin Benny Wachjudi, hal ini seharusnya bisa diminimalisir jika ada sinergi antara industri petrokimia dan industri bahan bakunya seperti produsen gas.
"Harusnya hubungan antara pemilik industri petrokimia dan sumber daya alamnya bisa jadi sinergi. Ada bisnis aliansi dengan industri batubara, minyak, dll. Kalau sekarang kan kita terpisah," jelasnya.
(lih/ir)











































