Kuota BBM Bersubsidi Ditetapkan 37,038 Juta Kiloliter

Kuota BBM Bersubsidi Ditetapkan 37,038 Juta Kiloliter

- detikFinance
Rabu, 19 Mar 2008 09:42 WIB
Jakarta - Komisi VII DPR RI dan pemerintah menyepakati kuota BBM bersubsidi pada APBNP 2008 sebesar 37,038 juta KL dan elpiji bersubsidi sebesar 2,013 juta KL setara minyak tanah.

Rinciannya, kuota minyak tanah subsidi sebesar 7.561.454 KL, kuota premium subsidi sebesar 18.476.644 KL, dan kuota solar subsidi sebesar 11.000.000 KL.

Sebelumnya, BPH Migas tidak sepakat dengan kuota solar sebesar 11 juta KL, yang diajukannya adalah 11,6 juta KL. Lalu BPH Migas melunak menjadi 11,28 juta KL.

Bagi Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, angka yang diajukan BPH Migas merupakan hasil dari program penghematan BBM melalui smart card, kartu kendali, dan konversi elpiji.

Sementara kuota solar sebesar 11 juta KL yang diminta Komisi VII hampir mendekati kuota solar dengan perhitungan perogram penghematan berhasil 100%.

Padahal keberhasilan 100% tidak mungkin tercapai karena smart card dan kartu kendali baru akan di-launching awal April 2008.

"Tingkat keberhasilan 100% itu tidak mungkin, makanya kita ambil yang 50%," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII, Rabu (20/3/2008) dini hari.

Ia menjelaskan, program smart card dan kartu kendali akan dilakukan secara bertahap, bukan serentak.

Namun anggota Komisi VII dari FPAN Tjatur Sapto Edy mengingatkan, pemerintah boleh saja melakukan sosialisasi smart card, tapi untuk pelaksanaannya harus dibahas dulu dengan DPR.

"Sosialisasi silakan saja, tapi ingat, untuk pelaksanaannya harus melalui pembahasan dengan DPR dulu," ujarnya.

Hasil keputusan tersebut rencananya akan dibawa ke panitia anggaran pada hari ini. (lih/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads