Rinciannya, kuota minyak tanah subsidi sebesar 7.561.454 KL, kuota premium subsidi sebesar 18.476.644 KL, dan kuota solar subsidi sebesar 11.000.000 KL.
Sebelumnya, BPH Migas tidak sepakat dengan kuota solar sebesar 11 juta KL, yang diajukannya adalah 11,6 juta KL. Lalu BPH Migas melunak menjadi 11,28 juta KL.
Bagi Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, angka yang diajukan BPH Migas merupakan hasil dari program penghematan BBM melalui smart card, kartu kendali, dan konversi elpiji.
Sementara kuota solar sebesar 11 juta KL yang diminta Komisi VII hampir mendekati kuota solar dengan perhitungan perogram penghematan berhasil 100%.
Padahal keberhasilan 100% tidak mungkin tercapai karena smart card dan kartu kendali baru akan di-launching awal April 2008.
"Tingkat keberhasilan 100% itu tidak mungkin, makanya kita ambil yang 50%," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII, Rabu (20/3/2008) dini hari.
Ia menjelaskan, program smart card dan kartu kendali akan dilakukan secara bertahap, bukan serentak.
Namun anggota Komisi VII dari FPAN Tjatur Sapto Edy mengingatkan, pemerintah boleh saja melakukan sosialisasi smart card, tapi untuk pelaksanaannya harus dibahas dulu dengan DPR.
"Sosialisasi silakan saja, tapi ingat, untuk pelaksanaannya harus melalui pembahasan dengan DPR dulu," ujarnya.
Hasil keputusan tersebut rencananya akan dibawa ke panitia anggaran pada hari ini. (lih/qom)










































