Harga Gabah Terancam Anjlok

Harga Gabah Terancam Anjlok

- detikFinance
Rabu, 19 Mar 2008 13:55 WIB
Jakarta - Harga gabah terancam anjlok menyusul masa panen yang singkat. Pemerintah telah menugaskan Bulog untuk menyerap hasil panen untuk menghindari hal itu.
 
Hal ini disampaikan oleh Deputi Menko Perekonomian bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krishnamurti saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (18/3/2008).
 
"Kemarin Bulog diminta untuk all out melakukan pengadaan, penyerapan berpedoman pada Inpres dan peraturan yang berlaku untuk pengadaan dari Menteri Pertanian tentang tabel rafraksi (tabel harga)," jelasnya.
 
Bayu mengatakan untuk pembelian tersebut, Bulog masih menggunakan HPP (Harga Pokok Pemerintah) yang berlaku saat ini. Bulog saat ini telah menyerab hasil panen petani hingga kurang lebih 104 ribu ton.

"Jadi saya kira panennya sudah mulai agak berbeda antara Jawa dengan Sulawesi Selatan, Jawa lebih dulu kemudian nanti diikuti oleh Sulsel," ujarnya.
 
Namun yang menjadi tantangan saat ini dikatakan Bayu adalah pendeknya masa panen yang akan menyebabkan harga di tingkat petani anjlok.

"Jadi panennya akan kira-kira berlangsung 30 hingga 40 hari, artinya akan ada tambahan pasokan yang banyak dalam waktu yang pendek dari petani. Anjloknya harga menjadi challenge, harga menjadi tantangan di tingkat petani, di sisi lain hrg internasional naik, nah ini menjadi sesuatu yang harus kita cermati bersama," tuturnya.

(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads