Pemangkasan proyeksi itu semakin menguatkan persepsi melambatnya pertumbuhan ekonomi AS, sekaligus menjadi pertanda berkurangnya permintaan dari negara konsumen terbesar dunia itu.
Di pasar New York, Kamis (20/3/2008), kontrak utama untuk minyak jenis light pengiriman Mei akhirnya ditutup merosot 70 sen menjadi US$ 101,84 per barel. Kontrak sempat menyentuh level US$ 98,65 per barel, sebelum akhirnya rebound.
Sementara di London, minyak jenis Brent turun 34 sen menjadi US$ 100,38 per barel, setelah sempat menyentuh US$ 98.
"Harga minyak sudah turun di bawah US$ 100 per barel karena kekhawatiran seputar resesi di AS, dampaknya pada negara-negara di seluruh dunia dan pertumbuhan permintaan minyak yang terus mendominasi headline,"ujar analis dari Sucden, Michael Davies, seperti dikutip dari AFP, Jumat (21/3/2008).
Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi AS dari 0,3% menjadi 0,1%.
Selain minyak, komoditas lain yang tumbang harganya setelah mencapai puncak adalah emas. Harga emas di pasar LME yang sempat mencapai US$ 1.032,70 per ounce, akhirnya surut ke level US$ 925,75 per ounce.
(qom/qom)











































