Hal tersebut disampaikan Menteri Pertanian Anton Apriyantono disela-sela meresmikan acara pameran Sampoerna Agro Agrinex Expo 2008 (21-24 Maret 2008), di JCC Senayan, Jumat (21/3/2008).
"Pemerintah tidak terlalu kuatir sepanjang akhir tahun 2008 iklimnya tidak terlalu ekstrim. Karena disatu sisi banyaknya hujan, lalu banyak yang puso tetapi disisi lain banyak lahan yang bisa digunakan untuk menanam padi. Jadi ada kompensasinya," ujar Mentan.
Optimisme pemerintah ini menurut Anton didasarkan oleh ramalan BPS bahwa telah terjadi perluasan lahan pertanian padi, sehingga terjadi peningkatan produktifitas.
"Sehingga tahun 2008 menurut angka BPS terjadi kenaikan produksi beras lebih dari 2%, walaupun disisi lahan atau padi yang puso itu lebih tinggi dari rata-rata lima tahun kira-kira 1,5 kali," katanya.
Namun ia menggarisbawahi bahwa yang paling penting sekarang ini bahwa masyarakat mau mendiversifikasikan pangan agar tidak kekurangan pangan, tetapi masalah utamanya, lanjut Anton, adalah pada masalah daya beli masyarakat yang rendah.
"Kita sudah memperhitungkan dalam satu tahun sekitar ada 240 ribu hektar yang puso, sudah masuk dalam hitungan kita, sepanjang tidak melebihi itu tidak berpengaruh," paparnya.
Tahun ini pemerintah menargetkan pengadaan produksi beras sebanyak 2,4 juta ton beras.
(hen/qom)











































