Agrobisnis RI Bisa Tersalip Vietnam

Agrobisnis RI Bisa Tersalip Vietnam

- detikFinance
Jumat, 21 Mar 2008 14:30 WIB
Jakarta - Pengembangan agrobisnis Indonesia bisa terancam disalip oleh Vietnam. Negara tersebut kini sedang agresif mengembangkan sektor agrobisnisnya dengan melakukan upaya-upaya perbaikan.
 
"Approach dari agrobisnis Indonesia harus dirubah dan harus belajar dari negara lain, lupakan China dan India yang sudah menempati penjual sayuran terbesar pertama dan kedua. Vietnam sedang meningkatkan ekspor sayuran dan buahan dengan target 25% hingga 2010," ujar Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sandiaga Uno, dalam acara Sampoerna Agro Agrinex 2008 di JCC, Jumat (21/3/2008).
 
Selain itu menurut Sandiaga, Vietnam sedang memperbaiki fasilitas agro bisnis, pusat-pusat pertanian, pasar induk, pergudangan, jalan-jalan dan terminal pengangkutan dan lain-lain untuk mendongkrak produksi Agrobisnis mereka.
 
"Disiapkan lahan 550 ribu hektar untuk sayuran, 760 ribu haktar untuk anggrek dan bunga," katanya.
 
Sementara untuk agrobisnis di Indonesia, Sandiaga menilainya masih berjalan ditempat. Ia mencontohkan dalam hal sumber daya petani, semakin kedepan jumlah petani di Indonesia didominasi oleh kaum tua dan lembaga riset yang kurang direspons, bahkan lembaga pendidikan tinggi pertanian kurang diminati.
 
"Data BPS menunjukan 75% petani di Pulau Jawa telah berusia 50 tahun dan hanya 12% yang berada dibawah 30 tahun, bila tidak ada terobosan baru akan menjadi masalah besar nasional," paparnya.
 
Sandiaga pun membandingkan Belanda yang memiliki luas negara yang kecil dibanding Indonesia justru mampu berbicara di sektor agrobisnis di Eropa. "Mereka sanggup menguasai 40% pasar sayur di Uni Eropa yang populasinya 490 juta orang," katanya.
 
Yang paling hebatnya lagi, kata dia, Belanda hanya terpaku dari lahan produksi sayurannya berasal dari rumah kaca yang arealnya hanya 6% dari dari total lahan hortikultura di Belanda, hal ini terjadi karena ada langkah inovatif dan teknologi yang maju di bidang pertanian.
(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads