Bappenas: Asumsi Harga Minyak US$ 85/Barel Masih Realistis

Bappenas: Asumsi Harga Minyak US$ 85/Barel Masih Realistis

- detikFinance
Sabtu, 22 Mar 2008 11:23 WIB
Jakarta - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menilai asumsi harga minyak dalam APBN 2008 sebesar US$ 85 per barel masih realistis meskipun saat ini harga minyak dunia mengalami lonjakan kenaikkan harga.
 
Hal ini disampaikan oleh Direktur Kebijakan Makro Bappenas Bambang Priyambodo dalam diskusi di sebuah rumah makan di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (22/3/2008).
 
"Asumsi ICP (Indonesia Crude Price) sebesar US$ 85 per barel itu masih realistis karena harga minyak diperkirakan akan menurun ke depannya. Pada 11 Maret lalu, Departemen Energi AS saja memperkirakan harga minyak dunia akan berada di level US$ 94 per barel di 2008 ini, dan kita berkeyakinan akan di bawah itu," ujarnya.
 
Bambang mengatakan ada beberapa faktor yang akan membawa harga minyak dunia menurun.

"Permintaan minyak akan berkurang drastis akibat pertumbuhan ekonomi AS melambat, dan juga melemahnya US dolar akibat The Fed memotong suku bunganya. Jadi keseluruhan tahun 2008 ini harga minyak dunia akan berada di bawah US$ 100 per barel," imbuhnya.

Harga minyak mentah dunia akhir pekan ini merosot, setelah sempat mencapai rekor tertingginya. Harga minyak bahkan sempat tertekan di bawah US$ 100 per barel. Kemerosotan harga minyak terjadi setelah OECD memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi AS pada semester I-2008.

Pemangkasan proyeksi itu semakin menguatkan persepsi melambatnya pertumbuhan ekonomi AS, sekaligus menjadi pertanda berkurangnya permintaan dari negara konsumen terbesar dunia itu.

Di pasar New York, Kamis (20/3/2008), kontrak utama untuk minyak jenis light pengiriman Mei akhirnya ditutup merosot 70 sen menjadi US$ 101,84 per barel. Kontrak sempat menyentuh level US$ 98,65 per barel, sebelum akhirnya rebound.

Sementara di London, minyak jenis Brent turun 34 sen menjadi US$ 100,38 per barel, setelah sempat menyentuh US$ 98.
  (dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads