"Saya kira, 5-9 persen cukup. Jangan langsung 30 persen, misalnya, tapi secara bertahap," kata pengusaha Sofyan Wanandi,usai menjadi pembicara di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta, Sabtu (22/3/2008).
Menurut Sofyan, sejauh ini pemerintah terlalu pusing dibebani beban subsidi hingga Rp 100 Triliun. Selain itu, subsidi mendorong pada penyelewengan ditingkat distribusi.
"Pemerintah harus berani. Jangan hanya takut popularitasnya turun. Selama ini, kan selalu dikaitkan secara politis. (Padahal) ini pilihan ekonomi," imbuhnya.
Berbeda dengan Sofyan, anggota komisi VII dari Fraksi PAN, Tjatur Sapto Edi menolak usulan tersebut. la menyatakan, masih banyak cara untuk menambal subsidi seperti renegosiasi utang LN.
"Nggak harus begitu (menaikan harga BBM). Bisa lewat pajak BBM untuk barang mewah atau pajak progresif untuk kendaraan diatas 2.000 cc. Bisa juga mengefisienkan pengadaan BBM, dari pasar bebas menjadi G to G," usul Tjatur. (Ari/qom)











































