Anggota Komite BPH Migas Adi Subagyo menjelaskan, program ini hanya akan diterapkan di daerah-daerah yang belum terkena program konversi minyak tanah ke elpiji. Tapi begitu program konversi sudah berlaku di daerah tersebut, kartu kendali tidak berlaku lagi.
"Jadi program ini sifatnya hanya sementara sebelum konversi bisa menjangkau semua daerah," katanya ketika dihubungi detikFinance, Minggu (23/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, tanpa kartu ini masyarakat tidak bisa membeli minyak tanah bersubsidi," katanya.
Seperti diketahui, Pertamina berencana menuntaskan program konversi minyak tanah ke elpiji di wilayah Jakarta pada akhir April 2008. Sehingga pada awal Mei 2008 sudah tidak ada lagi minyak tanah bersubsidi di Jakarta.
Dengan tuntasnya program konversi, maka dianggap semua masyarakat tidak ada lagi yang menggunakan minyak tanah subsidi. Karena itulah, kartu kendali untuk penjatahan minyak tanah subsidi tidak diperlukan.
"Jakarta nggak ada kartu kendali," tegasnya.
(lih/iy)











































