Uji Coba Smart Card Diusulkan di Bali

Uji Coba Smart Card Diusulkan di Bali

- detikFinance
Minggu, 23 Mar 2008 16:16 WIB
Jakarta - BPH Migas mengusulkan Bali sebagai lokasi uji coba smart card. Sebagai pulau tersendiri yang tertutup dari wilayah lainnya, Bali dianggap lokasi paling ideal.

Anggota Komite BPH Migas Adi Subagyo menjelaskan, sebagai pulau yang terpisah dari wilayah lainnya, Bali bisa meminimalisir terjadinya rembesan pasokan minyak tanah subsidi dari wilayah lain.

"Agar tidak ada gejolak, kita akan uji coba dulu di suatu tempat seperti Bali. Karena wilayahnya tertutup, jadi bisa menghindari rembesan. Tadinya ada opsi juga Madura, tapi konsumsinya terlalu kecil," jelasnya ketika dihubungi detikFinane, Minggu (23/3/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Uji coba akan dilakukan kurang lebih selama sebulan. Namun Adi mengaku belum tahu kapan persisnya uji coba akan dilakukan karen hal itu merupakan keputusan pemerintah.

Dengan melakukan uji coba di Bali ini, pemerintah bisa melihat bagaimana respons masyarakat terhadap program smart card.

"Kalau berhasil ya go. Kalau tidak, banyak kendala ya lebih baik nanti dulu," katanya.

Melalui smart card, pemerintah juga bisa mengontrol kuota BBM subsidi. Karena setiap kendaraan hanya akan mendapat sejumlah jatah BBM per satuan waktu.

"Bisa per bulan, per dua minggu, per minggu. Tergantung kebutuhan," katanya.

Kalau jatah BBM yang diberikan tidak habis dalam satu bulan, maka sisanya akan hangus. Sementara kalau jatah yang diberikan tidak mencukupi, masyarakat bisa membeli BBM tambahan tapi yang tidak bersubsidi.

"Kalau sisa kan berarti jatah dia berlebih. Jadi hangus dan kita anggap sebagai penghematan," jelas dia. (lih/asy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads