Demikian disampaikan Wakil Presdien, Jusuf Kalla dalam sambutannya di acara Tepung Sudagar Tatar Sunda di Gedung Pertemuan Bank Indonesia, Jl Braga No 108 Bandung, Jawa Barat, Minggu (23/3/2008).
"Krisis itu terjadi 10 tahun yang lalu, sekarang tidak lagi. Sampai sekarang dari pidato sampai doa pasti ada kata-kata krisis multidimensi," ujar Kalla.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
US$ 1.000 per tahun, saat krisis turun menjadi US$ 600 per tahun. Namun sekarang sudah mencapai US$ 2.000 per tahun.
"Kondisi Indonesia sekarang jauh lebih makmur," ungkap Kalla. Contoh
lainnya dari pendapatan ekspor. Ketika tahun 2000 pendapatan ekspor
sebesar Rp 50 miliar, sekarang sudah mencapai Rp 110 miliar.
Kalla pun mengungkapkan hutang Indonesia yang memiliki penurunan. Saat
krisis hutang Indonesia mencapai 80 persen dari GDP, sekarang tinggal 32
persen dari GDP. Presentase tersebut menandakan hutang Indonesia mengalami
penurunan. Penurunan presentase dikarenakan Indonesia mengalami kenaikan
pendapatan.
Kalla menambahkan, Indonesia merupakan negara yang memiliki ekonomi yang
tangguh. "Ekonomi Indonesia tangguh luar biasa," tuturnya. Di dunia ini,
juga di Asia tidak ada ekonomi yang setangguh Indonesia.
Hal itu disebabkan, ungkap Kalla, karena negara lain tidak memiliki sumber
energi selegkap Indonesia. Indonesia memiliki minyak, gas, batu bara juga
mineral.
(ema/lih)










































