"Ya, dua hari ini harga cabai naik jadi Rp 32.000 per kilogram. Memang, seminggu lalu masih Rp 20.000an," kata Latifah (49), pedagang sayuran di Pasar Lemabang, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, kepada detikFinance, Senin (24/03/2008).
Menurut Latifah, kenaikan hargai cabai ini dari agen sayuran. Dari agen sayuran ini, kata Latifah, harga cabai naik karena stok yang terbatas akibat adanya serangan hama tikus, keong, juga pengaruh musim hujan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cabai termasuk sayuran yang banyak dikosumsi masyarakat Sumsel. Apalagi, hampir semua masakan khas masyarakat Sumsel banyak menggunakan cabai, selain sambal yang menjadi menu utama makan setiap hari.
Kenaikan hargai cabai ini tentu saja menjadi beban berat bagi para pedagang makanan khas Palembang yakni pempek.
Setelah kenaikkan harga minyak goreng, kenaikan harga cabai ini cukup memengaruhi biaya produksi makanan tersebut.
"Berat, berat nian sekarang ini. Mau menaikkan harga jual tidak mungkin. Jadi, kita kurangi ukuran pempeknya," kata Syamsuddin, pedagang pempek โRitaโ di Jalan RW. Monginsidi.ย (tw/ddn)











































