OKB di Sektor Finansial Bebani Negara

OKB di Sektor Finansial Bebani Negara

- detikFinance
Senin, 24 Mar 2008 14:03 WIB
Jakarta - Kini, semakin banyak orang kaya baru (OKB) di Indonesia. Menjamurnya OKB ini sebagai buah dari boomingnya pasar modal di Indonesia.

"Banyak orang kaya bertambah terutama di sektor finansial, orang kaya bertambah dan cost negara bertambah itu yang perlu dipikirkan oleh pemerintah," ujar pengamat ekonomi dari Indef Aviliani dalam diskusi dan pengenalan pengurus baru Indef di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (24/3/2008).

Menurut Aviliani, OKB itu banyak yang memarkir dananya di portfolio investasi seperti Surat Utang Negara, Obligasi Ritel Indonesia (ORI). Inilah yang menyebabkan cost negara meningkat. "Dan justru lebih banyak investasi muncul di sektor finansial bukan sektor riil," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kini mencapai sekitar 6 persen hanya dinikmati oleh kalangan menengah ke atas. Untuk itu perlu langkah nyata dari pemerintah antara lain dengan menaikkan harga BBM, sehingga dengan demikian 40 persen dari APBN itu tidak lagi digunakan untuk subsidi.

Tahun ini saja jika harga minyak terus naik di atas US$ 100 per barel dan pemerintah tidak menaikkan harga BBM maka subsidi bisa mencapai Rp 250 triliun.

Untuk 2008 ini, Aviliani memperkirakan kondisi ekonomi akan tetap jalan di tempat. "Ini kondisinya seolah-olah aman, nanti

bisa menjadi bom waktu, karena disparitas antara sektor riil dan finansial," ujarnya.
(ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads