Kebijakan Tarif Insentif-Disinsetif Listrik Diganti Tarif Multiguna

Kebijakan Tarif Insentif-Disinsetif Listrik Diganti Tarif Multiguna

- detikFinance
Senin, 24 Mar 2008 19:43 WIB
Jakarta - Pemerintah kemungkinan membatalkan rencana penerapan program insentif dan disinsentif. Kebijakan ini akan diganti dengan program tarif multiguna untuk pelanggan R3 (pelanggan dengan batas daya di atas 6.600 VA).

"Insentif disinsentif sudah tidak ada lagi, kita ubah," ujar Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) J Purwono usai raker dengan Komisi VII, Jakarta, Senin (24/3/2008)..

Bagi Purwono, hasil raker hanya menyimpulkan bahwa harus ada program penghematan. Dan ide yang mencuat adalah pembatasan tarif listrik bersubsidi bagi pelanggan R3.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Khusus untuk R3, kalau konsumsi kWh-nya melebihi batas tertentu, sisanya kena tarif non subsidi," katanya.

Batasan yang dimaksud adalah 80% dari rata-rata nasional konsumsi tahun lalu. Namun apakah tarif multiguna ini akan diterapkan bagi rumah tangga dengan daya listrik lebih kecil menurutnya tergantung hasil evaluasi dengan Komisi VII DPR.

Program seperti ini sebenarnya sudah dikenal sebagai tarif multiguna yang dikenakan pada industri. Menurut Purwono, dengan tarif seperti ini, denda yang dibayar pelanggan akan lebih kecil dibandingkan jika menggunakan program disinsentif.

Akhirnya, tentu saja berdampak ke penghematan yang dicapai PLN. Jika pemakaian target pelanggan R3 masih seperti tahun lalu, dengan multiguna diperkirakan PLN mendapat pendapatan Rp 800 miliar.

Sementara jika pelanggan R3 berhemat, PLN justru mendapat tiga kali lipat atau sekitar Rp 2,4 triliun. Penghematan ini memang lebih rendah dari target penghematan insentif-disinsentif yang mencapai Rp 2,7 triliun.

"Beda-beda dikit PLN akan cari cara lain. Yang pasti, penghematan Rp 5 triliun itu bisa dicapai," katanya.

Dirut PLN Fahmi Mochtar belum memberikan komentar banyak mengenai perubahan kebijakan ini. "Lebih baik tanyakan pemerintah," katanya.
Namun dia memastikan PLN akan tetap melakukan sosialisasi program penghematan listrik pada April 2008. (lih/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads