Harga Beras Global Naik, Mekanisme Ekspor Disiapkan

Harga Beras Global Naik, Mekanisme Ekspor Disiapkan

- detikFinance
Selasa, 25 Mar 2008 09:07 WIB
Jakarta - Melonjaknya harga beras di tingkat internasional yang kini rata-rata US$ 700 per metrik ton, membuat pemerintah menyiapkan mekanisme pengelolaan ekspor beras. Tujuannya agar tidak semua beras dalam negeri diekspor.

Hal ini dikatakan oleh Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krishnamurti saat ditemui di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Senin malam (24/3/2008).

"Mudah-mudahan dengan mekanisme pencegahan (ekspor), bisa mengurangi ekspor beras ke luar," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bayu mengatakan dengan harga beras yang tinggi saat ini di tingkat internasional, pemerintah juga betul-betul mencermati agar harga di dalam negeri tidak naik.

"Saat ini kita sedang masa panen, demikian juga negara-negara eksportir besar di Asia Tenggara yang waktu panennya bersamaan, mudah-mudahan ini tidak pengaruhi harga di dalam negeri," katanya.

Dituturkannya dengan kenaikkan harga yang terjadi, banyak negara yang protektif untuk mengekspor beras sehingga suplai beras di dunia berkurang.

"Yang menyatakan protektif adalah Thailand, yang lain juga stop ekspor seperti China dan India, yang perlu dicek apalah harga dalam negeri mereka ikut tinggi," tuturnya.

Ketika ditanya apakah pemerintah akan menaikkan HPP (Harga Pembelian Pemerintah) di tingkat petani untuk menghindari penjualan beras ke luar negeri, Bayu menjawab kenaikkan HPP bukanlah jawaban.

Sementara Menko Perekonomian Boediono mengatakan pemerintah mewaspadai lonjakan harga beras yang terjadi agar harga dalam negeri tidak ikut melonjak. "Lonjakkan harga beras sangat luar biasa pada 2 minggu terakhir," ujarnya.

Boediono juga mengatakan pemerintah akan mengawasi apakah ada beras dalam negeri yang dijual di luar negeri. (dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads