Produk Private Label Makin Digemari

Produk Private Label Makin Digemari

- detikFinance
Selasa, 25 Mar 2008 14:11 WIB
Jakarta - Peminat produk private label terus mengalami peningkatan, terutama menjelang beberapa tahun terakhir. Bahkan diprediksi beberapa tahun kedepan peminatnya semakin banyak. Selain lebih murah private label sudah mulai dipercaya konsumen.

Private label adalah produk yang dikemas dengan menggunakan merek toko.

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Handaka Santosa dalam acara media gathering Aprindo, tren prilaku konsumen, di Hotel Gran Mahakam, Jakarta, Selasa (25/3/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Peminatnya semakin bagus, tapi kita tidak melihat makin naik atau tidak, tetapi dengan adanya private label konsumen bisa beli dengan harga lebih murah, karena tidak perlu adanya iklan, itu yang perlu dilihat. Kedepannya akan terus diminati," katanya.

Namun ia mengeluhkan sekarang ini banyak orang tidak mengerti bahwa private label itu dan dituduh mengganggu produk lain. Padahal, menurutnyaΒ  private label itu adalah produk yang dibuat danΒ  digunakan oleh produsen untuk memanfaatkan kapasitas menganggur baik pabrik kecil dan besar.

Hingga kini private label masih didominasi oleh ritel-ritel besar. Namun justru, lanjut Handaka, akan membuat yakin terhadap ritel-ritel besar.

"Kenapa kita lakukan private label karena kita ingin ada reduce cost harga pokok, kadang kadang orang tidak tahu. Terutama untuk pembeli menengah bawah," katanya.

Sementara Director Retailer Service Nielsen Indonesia Yongky Suryo Susilo mengatakan memang private label tren-nya terus mengalami peningkatan terutama untuk jenis produk tissu dan minyak goreng.

"Private label terus diminati, tapi memang kalau mau berhasil harus membentuk kepercayaan terhadap produk dulu, bagaimana orang mau mencoba untuk ketagihan. Kalau dulu hanya sebatas tissu produk kertas sekarang sudah mengarah ke produk makanan karena orang sudah percaya," ucapnya

Ia juga menambahkan private label akan mudah masuk ke segmen konsumen menengah ke bawah namun bagi kalangan atas agak sulit. "Kelas atas mana mau," serunya. (hen/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads