Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Handaka Santosa dalam acara media gathering Aprindo, tren prilaku konsumen, di Hotel Gran Mahakam, Jakarta, Selasa (25/3/2008).
Data Aprindo menunjukan dari 35% total penjualan ritel di Indonesia yang terdiri dari 90 anggota Aprindo mencakup 7000 outlet, terus mengalami peningkatan. Misalnya pada tahun 2005 mencapai Rp 42 triliun, tahun 2006 mencapai Rp 50 triliun tahun 2007 mencapai Rp 58,5 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertumbuhan ini menurutnya tidak terlepas dari perkembangan toko yang terjadi terutama diharapkan dari mini market dan hypermarket.
Berdasarkan data AC Nielsen 2006 hingga 2007 mengungkapkan bahwa pertumbuhan toko ritel untuk super market mengalami pertumbuhan yang terendah karena tren kebutuhan konsumen lebih memilih hypermarket atau mini market. Pertumbuhan supermarket 2005-2006 hanya mencapai 6,4% dan 2006-2007 hanya 5,5%.
Untuk hypermarket tahun 2005 hingga 2006 mengalami pertumbuhan 42,6% sedangkan tahun 2006-2007 mengalami pertumbuhan 22,6%.
Sedangkan mini market cukup mengalami pertumbuhan signifikan 34,2% untuk tahun 2005-2006 dan tahun 2006-2007 mencapai 36%. Terakhir untuk toko tradisional 2005-2006 mencapai 9,6% dan 12% pada 2006-2007.
(hen/ir)











































