Musim Hujan, Harga Karet di Sumsel Turun

Musim Hujan, Harga Karet di Sumsel Turun

- detikFinance
Rabu, 26 Mar 2008 10:54 WIB
Palembang - Para petani perkebunan di Sumatera Selatan benar-benar malang. Setelah harga kopi anjlok, harga karet juga menyusul ikut anjlok. Harga karet anjlok dari Rp11 ribu turun menjadi Rp 7 ribu per kilogram.

Anjloknya harga karet ini dipicu oleh musim hujan yang dapat menyusutkan karet hingga 70 persen.

Menurut Iskandar (40), petani karet di Prabumulih, Sumatra Selatan, kepada detikFinance, di rumah keluarganya di kawasan Sekojo, Palembang, Rabu (26/03/2008), penurunan harga karet ini berlangsung selama sepekan terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami memperkirakan turunnya harga karet ini lantaran musim hujan. Sebab hujan yang terlalu banyak menyebabkan kualitas karet menurun. Setelah disadap, lalu dijemur dan dikeringkan penyusutan mencapai 60-70 persen, dan sisanya merupakan karet yang dapat dijual," katanya.

Akibat turunnya harga karet, kehidupan para petani kian menjadi sulit, sebab kebutuhan bahan pokok terus mengalami kenaikan, seperti minyak goreng, beras, maupun lainnya. "Ya, kami ini sekarang hanya cukup makan, dan tidak dapat menabung," ujarnya.

Sebagai informasi, selain kopi, karet merupakan hasil perkebunan para petani di Sumsel yang diandalkan sejak masa kolonial Belanda. Besarnya produksi karet ini menyebabkan Palembang menjadi salah satu kota di dunia yang selamat dari tidak mengalami krisis ekonomi tahun 1930-an, bahkan meraup keuntungan lantaran besarnya produksi karet. Saat krisis moneter di Indonesia tahun 19987-1998, para petani Sumsel justru meraup keuntungan akibat melonjaknya harga kopi dan karet.
(tw/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads